BERITADAERAHVIRAL

Disetrum & Dikeroyok Tengah Malam! Anggota Polda Gorontalo Jadi Korban Brutalitas Oknum Satpol PP

×

Disetrum & Dikeroyok Tengah Malam! Anggota Polda Gorontalo Jadi Korban Brutalitas Oknum Satpol PP

Sebarkan artikel ini
Anggota Polda Gorontalo Jadi Korban Brutalitas Oknum Satpol PP. Dokumen: Gerakan.co
Anggota Polda Gorontalo Jadi Korban Brutalitas Oknum Satpol PP. Dokumen: Gerakan.co

Gorontalo – Gerakan.co | Malam yang seharusnya tenang di Kota Gorontalo berubah menjadi panggung kekerasan mengejutkan. Seorang anggota aktif Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Gorontalo, Bripda Oktavian Laliyo, diduga menjadi korban pengeroyokan keji oleh oknum anggota Satpol PP Kota Gorontalo. Bukan hanya dipukul—ia disetrum langsung di leher, di pinggir jalan, depan umum.

Peristiwa brutal ini terjadi pada Minggu dini hari, 6 Juli 2025 pukul 03.00 WITA, tepat di depan Kafe MNC, Kelurahan Dulomo. Ironisnya, korban dianiaya justru setelah diminta menunjukkan identitas, dan telah menunjukkan KTP serta mengaku sebagai anggota Polri aktif.

🗣️ “Pandang enteng ngana ee! Sengel jo torang!”
Ujar salah satu oknum Satpol PP dengan nada tinggi sebelum aksi pemukulan dan penyetruman dimulai.

✅ Sudah Tunjukkan KTP, Tapi Tetap Jadi Sasaran

Bripda Oktavian mengaku telah menunjukkan KTP-nya sambil duduk di atas motor. Namun bukannya dihargai sebagai warga atau bahkan sebagai sesama aparat, ia justru dianggap tidak sopan dan “tidak menghormati” petugas.

Respons para oknum pun sadis: tindakan main hakim sendiri dilakukan secara terbuka, korban dipukul, dikeroyok, bahkan disetrum di bagian belakang leher. Apakah ini wajah penegakan perda yang dibanggakan?

🚨 Polisi Dianiaya di Jalan, Rakyat Sipil Harus Takut?

Peristiwa ini langsung menyebar cepat di kalangan internal kepolisian dan masyarakat Gorontalo. Jika aparat sekelas Dirkrimsus bisa diperlakukan sebrutal itu, bagaimana nasib warga biasa?

“Ini bukan sekadar konflik, ini bukti rusaknya etika kekuasaan di lapangan. Oknum Satpol PP bertindak seolah di atas hukum,” ujar aktivis hukum lokal kepada Gerakan.co.

📢 Desakan: Pecat & Proses Hukum Terbuka!

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada konferensi pers resmi dari pihak Satpol PP atau Pemkot Gorontalo. Namun, dorongan publik untuk mengusut kasus ini secara transparan dan menjatuhkan sanksi tegas pada pelaku semakin kuat.

Beberapa organisasi mahasiswa dan lembaga bantuan hukum bahkan mulai menyusun laporan ke Komnas HAM dan Ombudsman RI atas dugaan pelanggaran berat oleh oknum aparat daerah.

“Hari ini polisi yang dipukul. Besok bisa siapa saja. Kekerasan tidak boleh menjadi norma,” tegas perwakilan LSM HAM Gorontalo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *