Oleh: Hendrawan Dwikarunia Datukramat (Presiden BEM Universitas Negeri Gorontalo (UNG) 2023, Aktivis & Analis Gerakan Sosial)
Opera sabun murahan yang sengaja diproduksi untuk menyerang Dheninda “Dini” Chaerunnisa sudah sampai pada titik yang harus diluruskan. Kekacauan logika yang sedang disebar di ruang publik ini tidak bisa dibiarkan.
Apa yang kita saksikan hari ini bukanlah kritik publik yang sehat. Ini adalah operasi pembunuhan karakter yang brutal, sistematis, dan terkoordinasi.
Serangan ini membuktikan satu hal: Apa yang Dini suarakan soal CALO P3K telah menampar tepat di wajah para mafia!
MEREKA PANIK. SEKARANG MEREKA MELAWAN.
Mari kita bongkar permainannya. Substansi yang Dini angkat adalah fakta yang menyakitkan: adanya “bisnis gelap” calo P3K yang memperdagangkan nasib rakyat. Ini adalah musuh kita bersama. Ini adalah borok yang harusnya kita basmi.
Tapi apa yang terjadi?
Gerombolan yang terusik ini tidak berani melawan data Dini. Mereka tidak berani berdebat soal fakta calo. Mereka pengecut. Satu-satunya yang bisa mereka lakukan adalah memelintir gestur, membingkai senyum, dan memotong video tiga detik untuk menciptakan fitnah.
Mereka ingin kita lupa pada isu CALO, dan sibuk meributkan soal “senyum Dini”.
Ini adalah strategi pengalihan isu paling primitif! Mereka menutupi bisnis lendir mereka dengan drama air mata di media sosial. Mereka ingin membungkam satu suara perempuan muda yang berani, yang punya integritas, yang—seperti kata kawan-awan PERMAHI—sedang menjalankan fungsi moral dan pengawasannya.
Dan publik, sayangnya, banyak yang termakan.
Publik digiring untuk menghakimi Dini atas senyumnya—senyum yang jelas-jelas, seperti kata Ferna Qitara Yusuf, adalah senyum tanggalo (menahan diri) di tengah provokasi. Tapi publik lupa menghakimi para calo yang setiap hari merampok uang rakyat kecil.
LOGIKA MACAM APA INI?
Kenapa yang jujur dan mengingatkan (Dini) justru diserang dan dihakimi, sementara yang menipu dan berbisnis haram (calo) justru aman dan tertawa di belakang layar?
Maka, posisinya harus jelas.
Sebagai Presiden BEM UNG 2023, yang mewakili ribuan denyut nadi keresahan mahasiswa, fakta dan substansi yang disuarakan Dini adalah hal yang harus didukung penuh. Keberaniannya adalah jenis keberanian yang kita rindukan dari seorang wakil rakyat.
Serangan terhadap Dini pada dasarnya adalah serangan terhadap akal sehat. Ini adalah upaya para mafia birokrasi untuk memberi pelajaran kepada siapa saja yang berani mengusik zona nyaman korup mereka.
Sampah digital berupa potongan video itu tidak relevan. Substansi yang sesungguhnya adalah: BONGKAR DAN PENJARAKAN MAFIA CALO P3K DI GORONTALO!
Kepada Dini, jangan mundur selangkah pun. Yang seharusnya minta maaf, seperti kata Bung Ridwan Monoarfa, adalah mereka yang menjadikan negara ini ladang transaksi.
Kepada publik Gorontalo, sadarlah. Kita sedang diadu domba. Jangan mau dijadikan alat untuk membungkam kebenaran. Musuh kita bukan Dini. Musuh kita adalah para CALO dan pejabat bejat yang melindungi mereka.
Semakin kencang Dini diserang, semakin jelas bahwa apa yang ia katakan adalah KEBENARAN!











