BERITADAERAHOPINI

Senin Gorontalo Memanas: Mahasiswa Turun Jalan Desak Penuntasan Kasus Ijazah Wabup!

×

Senin Gorontalo Memanas: Mahasiswa Turun Jalan Desak Penuntasan Kasus Ijazah Wabup!

Sebarkan artikel ini
Screenshot

Gorontalo — Suhu politik di Gorontalo dipastikan meningkat tajam pada Senin mendatang. Aliansi Mahasiswa Peduli Gorontalo resmi mengumumkan aksi besar-besaran untuk mendesak penuntasan dugaan ijazah bermasalah Wakil Bupati Gorontalo Utara, Nurjanah Hasan Yusuf. Aksi ini diprediksi menjadi salah satu gelombang pergerakan mahasiswa terbesar tahun ini, mengingat eskalasi kekecewaan yang terus meningkat terhadap lambannya proses penyelidikan.

Dalam poster seruan aksi yang beredar luas, mahasiswa menetapkan titik aksi di Polda Gorontalo pada 17–18 November, pukul 10.00 WITA sampai selesai. Dengan slogan tegas “Usut Tuntas Dugaan Ijazah Palsu Wabup Gorut”, serta tagar provokatif #MosiTidakPercayaDenganPoldaGorontalo, mahasiswa menegaskan bahwa kesabaran mereka telah mencapai batas.

“Senin bukan sekadar aksi. Ini peringatan.”

Menurut keterangan resmi aliansi, aksi pada hari Senin bukan hanya bentuk protes, tetapi peringatan keras kepada penegak hukum atas stagnasi kasus yang telah berjalan selama berbulan-bulan tanpa perkembangan berarti.

“Jika Polda serius, seharusnya publik tidak dibiarkan menunggu selama ini tanpa satu pun klarifikasi yang transparan,” ujar koordinator aksi dalam pernyataannya.

Mahasiswa menilai bahwa keheningan aparat bukan lagi masalah administrasi, melainkan indikasi lemahnya keberanian hukum menghadapi tekanan tertentu.

Kejanggalan Kasus Kian Menggantung

Aliansi Mahasiswa Peduli Gorontalo juga menyoroti pola ganjil yang semakin memperkuat kecurigaan publik:

  • Perubahan sikap drastis tokoh yang dulu melaporkan dugaan dua ijazah, namun kini menyatakan semua “normal”.
  • Penarikkan diri saksi kunci tanpa alasan jelas.
  • Tidak adanya rilis resmi dari lembaga pendidikan maupun Polda.
  • Tidak ada pembaruan penyelidikan meskipun tekanan publik terus meningkat.

Bagi mahasiswa, rangkaian ini bukan kebetulan, melainkan tanda bahwa ada ruang-ruang gelap dalam penanganan kasus ini yang harus dibuka lebar-lebar.

“Jika ada yang menahan kebenaran, kami yang akan membongkarnya.”

Gerakan mahasiswa dalam aksi ini membawa pesan moral yang sangat keras:

“Hukum tidak boleh dibiarkan tunduk pada kekuasaan. Jika ada pihak yang ingin mengunci kebenaran, maka mahasiswa adalah orang pertama yang akan mendobraknya,” tegas salah satu orator dalam konsolidasi internal.

Mereka menyatakan bahwa dugaan pemalsuan ijazah bukan persoalan sepele, tetapi menyangkut keabsahan dokumen negara, etika pemerintahan, dan kepercayaan rakyat.

Gelombang Aksi Bisa Meluas Jika Tidak Ada Respons Tegas

Aksi Senin hanyalah permulaan. Aliansi mengisyaratkan bahwa jika Polda Gorontalo kembali memilih diam, mereka siap mengerahkan massa lebih besar dan memperluas aksi ke berbagai titik strategis di Gorontalo.

“Jangan salah baca. Jika tidak ada jawaban tegas, gelombang berikutnya akan lebih besar, lebih luas, dan lebih keras,” bunyi pernyataan aliansi.

Penutup: Senin Menjadi Titik Uji Keberanian Penegak Hukum

Dalam konteks meruncing seperti ini, Senin menjadi ujian penting bagi integritas Polda Gorontalo. Apakah mereka akan menghadapi kasus ini dengan transparan, atau kembali memilih menyembunyikannya dalam diam?

Mahasiswa sudah bersiap.

Poster telah tersebar.

Massa telah dikerahkan.

Dan Gorontalo — pada Senin — akan memanas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *